GEBYAR MERDEKA VIONA! Rayakan kemerdekaan dengan diskon spesial untuk semua produk Viona By Bonita!
7 Tips Agar Sprei Awet dan Tidak Mudah Berbulu

7 Tips Agar Sprei Awet dan Tidak Mudah Berbulu

Dipublikasikan pada: 17 July 2026

Pernah gak sih baru beli sprei beberapa bulan, tapi pas dipakai tidur rasanya sudah kasar, gatal, dan muncul bintik-bintik bulu halus di permukaannya? Rasanya pasti menyebalkan sekali. Alihalih bisa tidur nyenyak setelah seharian lelah beraktivitas, kita malah terganggu dengan tekstur sprei yang sudah tidak nyaman lagi. Bagi ibu rumah tangga atau pasangan yang baru menikah, sprei yang cepat rusak jelas bikin pengeluaran rumah tangga jadi boros. Begitu juga buat Anda yang mengelola bisnis kos-kosan atau homestay, sprei yang kelihatan kusam dan berbulu bisa langsung bikin rating penginapan turun di mata pelanggan. Sebenarnya, sprei yang cepat rusak itu bukan selalu karena kualitas bahannya yang jelek lho. Sering kali, masalahnya ada pada cara perawatan termasuk mencuci yang kurang tepat. Nah, supaya sprei kesayangan Anda tetap awet, lembut, dan warnanya tidak cepat pudar, yuk coba terapkan 7 tips praktis di bawah ini! 

 

1. Jangan Pernah Campur Sprei dengan Pakaian Lain Ini kebiasaan yang paling sering kita lakukan demi menghemat waktu: mencampur semua cucian jadi satu wadah. Padahal, sprei sangat anti bergesekan dengan bahan yang kasar. Ritsleting celana jeans, kancing jaket, atau hiasan logam pada baju harian, benda-benda tersebut bisa menggores serat kain sprei saat mesin cuci berputar. Gesekan kasar inilah yang memicu munculnya bulu-bulu halus (pilling). Mulai sekarang, jadwalkan hari khusus untuk mencuci sprei, sarung bantal, dan sarung guling secara terpisah. Selain mencegah kerusakan serat kain, sprei Anda juga bakal tercuci jauh lebih bersih karena ruang di dalam mesin cuci tidak terlalu padat. 

 

2. Kurangi Takaran Detergen dan Jauhi Pemutih Klorin Logika kita kadang berpikir: "Makin banyak detergennya, pasti makin bersih." Padahal kenyataannya justru sebaliknya. Sisa-sisa detergen yang tidak dibilas sampai bersih akan mengendap di sela-sela serat kain, membuat sprei terasa kaku, kasar, dan lama-lama gampang robek. Satu lagi yang perlu dihindari adalah pemutih kimia yang mengandung klorin. Bahan ini terlalu keras untuk serat kain sprei yang lembut. Kalau sprei putih Anda mulai kelihatan kusam, coba pakai alternatif yang lebih aman seperti campuran baking soda atau sedikit cuka putih saat membilas. Efeknya sama-sama bersih tapi jauh lebih ramah di serat kain. 

 

3. Hindari Air Panas Saat Mencuci Air panas memang bagus untuk membunuh kuman, tapi kalau dipakai setiap kali mencuci sprei, serat kainnya bisa mengkerut, kaku, dan cepat rapuh. Suhu terbaik untuk mencuci sprei sehari-hari adalah air dingin atau suam-suam kuku (sekitar 30 derajat Celsius). Gunakan air hangat hanya jika sprei Anda benar-benar kotor—misalnya terkena noda makanan yang membandel atau setelah dipakai oleh anggota keluarga yang baru sembuh dari sakit. 

 

4. Pilih Mode Lembut di Mesin Cuci Saat menggunakan mesin cuci, pastikan Anda memilih mode pencucian gentle, delicate, atau handwash. Tarikan putaran mesin yang terlalu kencang bisa memaksa serat kain melebar secara tidak alami, yang akhirnya merusak kerapatan benang sprei. Kalau Anda punya waktu luang dan ingin sprei super awet, mencuci manual pakai tangan sebenarnya adalah cara paling aman. Cukup rendam sebentar dengan detergen lembut, lalu kucek perlahan di bagian yang terkena noda saja tanpa perlu diperas terlalu kuat. 

 

5. Hindari Menjemur Langsung di Bawah Terik Matahari Menjemur sprei langsung di bawah terik matahari siang memang bikin cepat kering, tapi efek sampingnya warna sprei jadi cepat pudar dan teksturnya terasa gersang atau kaku. Sinar UV berlebih bisa merusak kekuatan serat kain secara perlahan. Solusinya, cukup angin-anginkan sprei di tempat yang teduh namun memiliki sirkulasi udara yang baik. Jika area jemuran Anda memang terbuka tanpa atap, biasakan membalik sprei terlebih dahulu sebelum dijemur, jadi bagian motif atau permukaan luar sprei tidak terpapar matahari langsung. 

 

6. Setrika dengan Suhu Sedang Saja Sprei yang rapi dan licin memang bikin kasur kelihatan makin estetik. Tapi hati-hati saat mengatur suhu setrikaan Anda. Suhu yang terlalu panas bisa merusak komponen serat kain, apalagi jika sprei Anda terbuat dari bahan sintetis atau campuran seperti microfiber. Gunakan suhu sedang (biasanya ada pilihan khusus untuk bahan katun/poliester di tombol setrika). Tips tambahan: setrikalah sprei saat kondisinya masih sedikit lembap (setengah kering) agar kerutan lebih cepat hilang tanpa perlu suhu panas yang ekstrem. 

 

7. Terapkan Sistem Rotasi (Jangan Pakai Itu-Itu Saja) Sering kali kita punya satu set sprei favorit yang langsung dipasang lagi begitu selesai dicuci dan kering. Kebiasaan ini bikin sprei tersebut bekerja terlalu keras dan cepat "lelah" seratnya. Idealnya, Anda punya minimal tiga set sprei untuk satu kasur: satu set sedang dipasang, satu set di keranjang cucian, dan satu set bersih yang rapi di dalam lemari. Dengan bergantian memakai sprei, serat kain punya waktu untuk "beristirahat" dan umur pakai sprei pun jadi jauh lebih panjang. Kenyamanan Tidur Berawal dari Bahan yang Tepat Merawat sprei dengan benar memang butuh sedikit kesabaran, tapi investasi waktu ini sangat sepadan dengan kenyamanan istirahat Anda setiap malam. 

 

Di luar masalah cara mencuci, kunci utama sprei bisa awet sebenarnya kembali lagi pada kualitas bahan yang Anda pilih saat pertama kali membelinya. Biar tidak salah pilih jenis kain yang gampang berbulu, Anda bisa membaca ulasan kami tentang Cara Memilih Sprei yang Nyaman untuk Tidur Berkualitas. Di sana dikupas tuntas bahan apa saja yang paling cocok dengan suhu kamar Anda. Selain itu, buat Anda yang sedang menata ulang kamar tidur dan bingung harus beli pelengkap kasur yang mana, coba intip artikel kami mengenai Perbedaan Bedcover dan Selimut agar bisa belanja sesuai kebutuhan tanpa bikin dompet jebol. 

Yuk, Upgrade Kamar Tidur Anda! (CTA) Capek beli sprei yang baru beberapa kali dicuci sudah terasa kasar di kulit? Saatnya beralih ke Viona. Koleksi sprei dari Viona. dirancang khusus menggunakan bahan pilihan yang tidak hanya lembut dan adem di kulit, tapi juga punya daya tahan tinggi terhadap pencucian berulang kali. Bebas bulu, tidak gampang luntur, dan punya banyak pilihan motif estetik yang siap mengubah suasana kamar tidur Anda jadi mirip kamar hotel bintang lima. Tertarik mencoba kelembutannya? [Klik di sini untuk melihat koleksi sprei eksklusif dari Viona] dan dapatkan penawaran harga spesial khusus untuk pemesanan hari ini!